LITERASI SMP Negeri 17 Bandung
GLS KELAS : VIII-C
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
ALMER JAVAS NARAYA
Kelas : VIII-C
ALMER JAVAS NARAYA
Kelas : VIII-C
Senin, 9 Februari 2026 | Dibaca : 31 kali
Judul Buku:
Moga Bunda Disayang Allah
Genre:
Fiksi
Penulis:
Tere Liye
Penerbit:
PT Sabak Grip Nusantara
Tahun:
2023
Halaman:
297
GLS
Resume:
Ringkasan:
Langit kelam dan petir terus menyambar, Perahu nelayan berkapasitas 40 orang itu terus dihantam oleh ombak bergelombang susul menyusul. Angin yang menderu-deru membuat suasan semakin kelam dan tegang. Salah satu awak kapal yang berdiri di buritan berteriak kencang dan panik. Nakhoda perahu berusaha mengendalikan gerak kapal dengan tangan yang basah dan berkeringat. Nakhoda semakin gugup, berusaha memutar cepat kemudi. Boneka panda itu akhirnya terlepas dari genggaman tangan, mental menggelinding pelan di lantai perahu. Gerakan boneka panda itu tertahan di dinding kapal. Gemetar Qintan, setengah-takut setengah-cemas atas nasib bonekanya, ia kemudian merangkak mencoba mengambilnya. Tetapi semuanya terlambat, semua terbanting seketika, dan pemuda 27 tahun dengan rambut Panjang awut – awutan, dan mulut bau alkohol itu juga terbanting. Pemuda itu melenguh pelan, berusaha duduk di pinggir ranjang. Sudah 3 tahun lamanya ia selalu terbangun oleh mimpi buruk. Ia kemudian meminta obat sakit kepala dengan cara yang memaksa ke Ibu – Ibu Gendut. Ibu – Ibu Gendut itu berusaha mengambil tempat air dingin yang mulai gemetaran dalam genggaman pemuda tersebut. Wajah keibuan yang menatap lemah dan tak mengerti hendak berbuat apa.
Pemuda itu sekali lagi mendengus tidak peduli, membiarkan tempat air itu diambil. 15 detik kemudian dia melempartkan tubuhnya diatas ranjang tua itu lagi, berusaha tidur dan tertidur hingga malam menjelang, dan ia bisa keluar mencari tempat minum – minum. Setelah 3 tahun tenggelam dalam alkohol, Karang didatangi oleh utusan keluarga Tuan HK yang memohon agar ia mau mengajari melati, seorang anak yang buta, tuli dan bisu. Meski sempat menolak keras karena trauma masa lalunya, Karang akhirnya memutuskan untuk bangkit. Ia meninggalkan kamarnya yang berantakan dan berjalan menuju rumah keluarga HK untuk mencoba memberikan harapan bagi melati.
Kelebihan:
· Penyampaian emosi yang kuat.
· Pesan Moral yang mendalam
· Alur yang menarik
· Inspiratif
Kekurangan:
· Terlalu melodramatis.
· Alur yang lambat di bagian tengah.
· Penggambaran karakter yang esktrem.
Pendapat Pribadi:
- Secara pribadi, saya menilai buku ini sebagai karya yang sangat berani dalam mengeksplorasi sisi gelap trauma manusia sekaligus memberikan harapan yang kuat. Transformasi karakter Karang dari seorang pemuda yang hancur karena alkohol menjadi sosok penyelamat bagi Melati memberikan pelajaran berharga bahwa membantu orang lain sering kali merupakan cara terbaik untuk menyembuhkan luka diri sendiri. Meskipun gaya penulisannya dinilai cukup melodramatis, hal tersebut justru menjadi kekuatan untuk membangun ikatan emosional dengan pembaca sehingga perjuangan Melati yang mengalami hambatan fisik seperti buta, tuli, dan bisu terasa sangat nyata serta mampu menginspirasi empati yang mendalam.
Kesimpulan:
- Buku "Moga Bunda Disayang Allah" adalah sebuah narasi tentang kekuatan kasih sayang dan kesabaran yang mampu melampaui segala keterbatasan fisik maupun mental. Novel ini membuktikan bahwa tidak ada situasi yang benar-benar buntu selama kita memiliki kemauan untuk mencoba dan tidak menyerah pada keputusasaan. Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang mencari motivasi hidup karena pesannya sangat jelas bahwa kasih sayang yang tulus adalah kunci utama untuk membuka pintu hati serta masa depan yang sempat tertutup rapat.
.© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024