LITERASI SMP Negeri 17 Bandung
TERAKTIF : AZELVA ALIYA MULYANA
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
AZELVA ALIYA MULYANA
Kelas : VII-A
Senin, 9 Februari 2026 | Dibaca : 29 kali
Judul Buku:
Malin Kundang
Genre:
Fiksi
Penulis:
Yudhistira ikranegara
Penerbit:
Nuansa Aulia
Tahun:
2004
Halaman:
23-25
GLS
Resume:
Dahulu, di padang sumatra barat tepatnya di perkampungan pantai air manis ada seorang janda bernama mande rubayah. Ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang, sejak kecil Malin sudah ditinggal oleh ayahnya. ketika sudah dewasa, Malin berpamit kepada ibunya untuk pergi merantau. Meski berat hati akhirnya mande rubayah mengijinkan anaknya pergi. Malin dibekali dengan nasi berbungkus daun pisang.waktu telah berlalu, setiap pagi dan sore mande rubayah memandang ke laut, tubuhnya semakin tua dimakan usia. "Ibu sudah tua Malin, kapan kau pulang... " rintih mande rubayah tiap malam. Suatu hari harapan nya terkabul, pada hari yang cerah dari kejauhan tampak sebuah kapal indah berlayar menuju pantai. Dia sangat yakin sekali bahwa lelaki muda itu adalah anak kesayangan nya. Setelah sampai di tepi pantai ia memeluk malin erat-erat. Seolah takut kehilangan anaknya lagi.
Malin terpana karena dipeluk wanita tua renta yang berpakaian compang camping itu. tiba-tiba istri nya yang cantik itu meludah sambil berkata"cuih! Wanita buruk inikah ibumu? Mengapa kay membohongi ku".ibunya pun terduduk sambil berkata, "Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu nak!".Malin menendang sambil berkata" hai perempuan tua! Ibuku tidak seperti engkau! Melarat dan dekil!"
ibunya kemudian berseru "ya allah yang maha kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatan nya tadi. Tapi kalau memang anakku aku mohon keadilan mu ya allah" tiba-tiba langit menjadi hitam dari kejauhan nampak sebuah batu menyerupai manusia. Konon itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang kena kutuk ibunya menjadi batu.
.© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024